Banyak perusahaan yang baru mengimplementasikan ERP sering menganggap bahwa setiap kebutuhan bisnis harus dibuat melalui pengembangan sistem baru. Padahal, dalam implementasi Odoo terdapat dua pendekatan utama, yaitu konfigurasi dan custom development.
Memahami perbedaan keduanya sangat penting agar perusahaan dapat memilih solusi yang tepat, menghemat biaya implementasi, dan mempercepat proses go-live.
Apa Itu Konfigurasi di Odoo ERP?
Konfigurasi adalah proses pengaturan fitur standar Odoo tanpa mengubah kode program.
Odoo telah menyediakan berbagai fitur dan parameter yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis melalui menu pengaturan.
Contoh konfigurasi Odoo:
- Pengaturan approval pembelian
- Struktur gudang dan lokasi penyimpanan
- Metode penilaian persediaan
- Pengaturan pajak
- Hak akses pengguna
- Workflow penjualan dan pembelian
Karena menggunakan fitur standar, konfigurasi biasanya lebih cepat, lebih aman, dan lebih mudah saat proses upgrade versi Odoo.

Apa Itu Custom Development?
Custom Development adalah proses pengembangan fitur baru atau modifikasi sistem yang tidak tersedia pada fitur standar Odoo.
Pengembangan dilakukan melalui perubahan kode program untuk memenuhi kebutuhan bisnis yang sangat spesifik.
Contoh custom development:
- Integrasi dengan aplikasi internal perusahaan
- Dashboard khusus sesuai kebutuhan manajemen
- Workflow unik yang tidak tersedia di standar Odoo
- Formulir khusus untuk industri tertentu
- Otomatisasi proses bisnis yang sangat spesifik
Custom development memberikan fleksibilitas yang tinggi, tetapi membutuhkan waktu, biaya, dan pengujian yang lebih besar.
| Aspek | Konfigurasi | Custom Development |
|---|---|---|
| Mengubah kode sistem | Tidak | Ya |
| Waktu implementasi | Lebih cepat | Lebih lama |
| Biaya implementasi | Lebih rendah | Lebih tinggi |
| Risiko saat upgrade | Rendah | Lebih tinggi |
| Fleksibilitas | Terbatas fitur standar | Sangat fleksibel |
| Maintenance | Lebih mudah | Membutuhkan support tambahan |
Kapan Sebaiknya Menggunakan Konfigurasi?
Konfigurasi lebih disarankan apabila:
- Kebutuhan bisnis masih dapat mengikuti best practice Odoo.
- Perusahaan ingin Go-Live lebih cepat.
- Anggaran implementasi terbatas.
- Fokus pada digitalisasi proses inti terlebih dahulu.
Pendekatan ini sering digunakan pada implementasi ERP tahap awal.
Kapan Membutuhkan Custom Development?
Custom development dapat dipertimbangkan apabila:
- Proses bisnis sangat unik dan menjadi keunggulan perusahaan.
- Terdapat kebutuhan integrasi khusus.
- Fitur yang dibutuhkan tidak tersedia pada standar Odoo.
- Perusahaan telah matang dalam penggunaan ERP dan membutuhkan optimasi lanjutan.
Kesimpulan
Konfigurasi dan Custom Development Odoo memiliki fungsi yang berbeda dalam implementasi ERP. Konfigurasi memanfaatkan fitur standar Odoo untuk mempercepat implementasi dan mengurangi biaya, sedangkan custom development digunakan untuk memenuhi kebutuhan bisnis yang lebih spesifik.
Dalam banyak kasus, perusahaan disarankan untuk memaksimalkan konfigurasi terlebih dahulu dan hanya melakukan custom development jika benar-benar diperlukan. Dengan pendekatan ini, implementasi Odoo menjadi lebih efisien, stabil, dan mudah dikembangkan seiring pertumbuhan bisnis.

👇 Konsultasi Implementasi serta Training Odoo dengan Abajoo dan JADWALKAN DEMO sekarang juga!
+6285179734700 (CS WhatsApp)
[email protected]
http://wa.link/9jzyf4
